Keberterimaan Warga Belajar Terhadap Produk TIK dalam Program Pendidikan


 Muhammad Farhan A

19005075

Mahasiswa PLS UNP


Dalam Program Pendidikan Non Formal ,tentunya banyak kesamaan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan pada umumnya dan memang jikalau membahas masalah pendidikan formal ,non formal dan informal itu tidak akan ada habisnya. Banyak Teknologi yang berdatangan dan canggih ,Komunikasi yang sangat efektif ,dan mendapatkan Informasi yang mudah.

Mampukah warga belajar menerima pesat nya perkembangan teknologi dalam pendidikan?

Itu bisa dilihat dari motivasi mereka terhadap kehidupan mereka. Jikalau motivasi yang bangkit dari dalam diri itu besar maka mereka akan mampu beradaptasi dengan perekembangan dan kecanggihan ,apalagi dalam urusan pendidikan merupakan hal yang penting dalam real nya kehidupan.

Banyak cara yang dapat dipakai untuk memetakan aspek-aspek pembelajaran. Jika menggunakan sudut pandang pendekatan sistem maka aspek-aspek pembelajaran dapat dikelompokkan pada input, proses, dan output pembelajaran. Apabila dilihat dari tahap-tahap pembelajaran, aspek-aspek pembelajaran dapat dipilah atau dikelompokkan ke dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Demikian pula, jika dilihat dari variabel-variabel pembentuk pembelajaran dapat diketahui aspek-aspek pembelajaran dalam kelompok kondisi, strategi, dan hasil pembelajaran. Dalam hal ini, pembelajaran dilihat dari sisi kronologi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.


Persoalannya adalah, apakah semua produk teknologi pembelajaran dapat secara efektif diterapkan untuk memecahkan berbagai problem pembelajaran yang terjadi di sekitar kita? Mengacu pada pengertian teknologi pembelajaran versi 1994, sesungguhnya, eksistensi teknologi pembelajaran tak bisa dilepaskan dari proses pembelajaran. Teknologi pembelajaran sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dalam situasi apapun. Reiser dan Dempsey (2002) mengatakan “although the 1994 definition discusses instruction as a means to an end, a good deal of attention is devoted to intructional processes”. Salisbury (1996) mengatakan bahwa “instructional technology, then, is a scientific process used to develop, field test, and improve instructional product and program”. Tanpa teknologi pembelajaran, mutu pembelajaran sulit ditingkatkan. Walaupun demikian, masih banyak dijumpai guru-guru dalam mengajar yang menggunakan produk teknologi pembelajaran belum dilakukan secara efektif. Misalnya, temuan Hidayanto (1998) bahwa guru dalam memilih dan menerapkan metode mengajar cenderung bersifat spekulatif. 

Apabila disepakati pernyataan di atas, pertanyaan yang dikemukakan; bagaimana ragam aplikasi produk teknologi pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, setidak-tidaknya ada dua kegiatan yang dilakukan. 

Pertama, melakukan pemetaan terhadap aspek-aspek dan kegiatan pembelajaran yang merupakan wujud nyata kegiatan implementasi kurikulum. Kedua, menententukan domain-domain teknologi pembelajaran yang diasumsikan dapat diaplikasikan ke dalam aspek atau kegiatan pembelajaran tersebut.

Terhadap warga belajar ,ada sebuah contoh lagi yaitu kinerja tani dan hal lainya dalam pemberdayaan masyarakat ,disini fasilitator atau yang memotivasi masyarakat menggunakan aplikasi daily report yang bisa diunduh. Disana apk digunakan untuk memantau kinerja dan aspek aspek lainya terhadap program apa yang sedang dijalankan ,disitu banyak terdapat informasi tentang pemberdayaan ,serta informasi bagi masyarakat ramai lainya. Ini dapat disimpulkan bahwa keberterimaan masyarakat telah cukup memadai ,karena sebagian mereka melek terhdapa berbagai kemajuan teknologi yang pada akhirnya mereka memanfaatkanya demi sesama.


Komentar

Posting Komentar